Dari Festival Pelajar ke Karier Solo, ‘Tak Berbeda’: Sebuah Sindiran Halus untuk Realita Sosial
ARTNGALAM.ID-Dunia musik Malang Raya memang tidak pernah kehabisan talenta. Nama John Rabka mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pencinta musik lokal. Berawal dari panggung festival band saat SMA hingga aktif di pentas band mahasiswa, pemuda ini kini mantap memilih jalur baru yang lebih personal, Solo Karier.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Setelah bertahun-tahun berbagi energi dalam format grup, John Rabka merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyuarakan jati dirinya secara utuh.
Rekam Jejak yang Solid
Perjalanan John di dunia musik terbilang sangat organik. Ia adalah lahir dari ekosistem musik Malang yang kompetitif. Sejak masa sekolah, ia sudah memiliki pengalaman dari panggung ke panggung festival local hingga regional.
Tak berhenti di situ, eksistensinya semakin menguat di era digital. Melalui kanal YouTube dan media sosialnya, John Rabka aktif berkolaborasi dengan banyak musisi, baik dari Malang maupun skala regional. Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilannya di YouTube Channel 30p Studios https://www.youtube.com/@30pstudios juga instagram @https://www.instagram.com/johnrabka/, dengan beberapa cover lagu EDANE, St. Loco, Garasi, Evo, Cokelat, Godbless di mana ia kerap membawakan lagu cover dengan sentuhan vokal yang khas.

John Rabka dengan lagu KEDAMAIAN – St. Loco Cover By John Rabka Ft Sintus
‘Tak Berbeda’: Sebuah Sindiran Halus untuk Realita Sosial
Langkah besar John Rabka tahun ini ditandai dengan persiapan rilis single perdana yang bertajuk “Tak Berbeda”. Lagu ini bukan sekadar pemanis telinga, melainkan sebuah refleksi tajam terhadap fenomena sosial masa kini.
“Bocorannya, single perdana itu berjudul ‘Tak Berbeda’. Lagu ini sebenarnya sindiran untuk orang-orang yang selalu ingin tampil sempurna, padahal pada kenyataannya mereka lupa akan diri sendiri,” ungkap John Rabka.
Pesan di balik “Tak Berbeda” terasa sangat relevan dengan budaya media sosial hari ini, di mana banyak orang terjebak dalam obsesi citra sempurna dan justru kehilangan autentisitas mereka.
Single ini sekaligus menjadi gerbang pembuka menuju proyek yang lebih besar, Album Perdana. Komitmen John di jalur musik seolah tak tergoyahkan. Di tengah kesibukannya memproduksi lagu dan melakukan featuring dengan musisi lain, fokusnya tetap tertuju pada penyelesaian karya orisinalnya. Bagi John, musik adalah maraton, bukan sprint. Dari festival band SMA hingga persiapan album solo, konsistensi adalah kunci yang membawanya sejauh ini. (ARTNGALAM.ID)