Share

Menaklukkan Batas Diri, Jonggring Salaka UM Menuju Ekspedisi Raja Ampat 2026

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Negeri Malang dalam EASTERN LAND EXPEDITION 2026. foto Jonggring Salaka-artngalam.id

Persiapan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Negeri Malang untuk EASTERN LAND EXPEDITION 2026

ARTNGALAM.ID-Sebuah ekspedisi alam sering kali hanya menampilkan puncak yang eksotis, tebing yang megah, dan senyum. Namun, bagi mereka yang terbiasa mencium bau tanah dan menyusuri medan terjal, realitas di balik layar jauh lebih keras. Ada peluh yang tak terhitung, otot yang terus dipaksa meregang, dan mental yang diuji hingga batas ambangnya. Pemandangan itulah yang tergambar jelas dalam pemusatan latihan para atlet Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Jonggring Salaka Universitas Negeri Malang (UM). Tahun ini, mereka bersiap mencetak sejarah baru melalui sebuah program mahakarya, EASTERN LAND EXPEDITION 2026 dengan tujuan Raja Ampat, Papua.

Bagi Restu Bintang, Ketua Pelaksana EASTERN LAND EXPEDITION 2026, ekspedisi ke ufuk timur Indonesia ini bukan ajang uji nyali tanpa perhitungan. Ia menyadari betul bahwa bentang alam Papua menuntut kesiapan absolut, baik secara fisik maupun keilmuan. Di sela-sela ketatnya melaksanakan program para atlet, Restu membagikan pandangannya yang membumi namun penuh bara. “Kali ini kita masih recap kegiatan latihan kami,” ungkapnya Restu.

Ungkapan itu sudah cukup menunnjukkan keseriusan ketika menyampaikan tentang etos kerja tim akan berangkat kali ini. “Di balik langkah yang terlihat ringan, ada latihan yang tidak pernah setengah-setengah. Kami tidak hanya bersiap untuk ekspedisi, tapi juga untuk menaklukkan batas diri sendiri. Proses ini tidak mudah, tapi justru di sinilah cerita dimulai,” tutur Restu.

Salah satu fokus krusial saat ini adalah penguasaan teknik keamanan di medan vertikal. “Latihan bolting dulu, biar nanti di Raja Ampat nggak asal berani. Karena di balik ekspedisi yang keren, ada persiapan yang nggak main-main. Gas terus sampai siap berangkat!” tegas Restu.

Marwah Jonggring Salaka sebagai Insan Ilmiah

Militansi para atlet dan ketegasan Restu ini sebenarnya merupakan cerminan langsung dari DNA MPA Jonggring Salaka UM. Organisasi ini tidak lahir sekadar untuk gagah-gagahan menaklukkan alam. Mereka adalah bagian dari masyarakat ilmiah yang memposisikan diri pada proporsi yang tepat untuk mencapai eksistensi dan esensi, yang dilandasi oleh pemahaman serta kecintaan tinggi terhadap alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Setiap anggota Jonggring Salaka dididik menjadi sumber daya manusia yang terkelola dengan sangat matang. Tujuannya satu: agar mereka benar-benar mampu memecahkan segala permasalahan yang timbul, baik dalam dinamika kehidupan berorganisasi maupun saat berhadapan dengan situasi krisis di alam bebas.

Sebagai wadah yang bergerak di bidang Olahraga Alam Bebas, Jonggring Salaka membekali anggotanya melalui lima divisi spesialisasi yang saling menopang. Rock Climbing (Panjat Tebing), Caving (Susur Gua), Gunung Hutan * Orad (Olahraga Arus Deras), Konservasi. Episode Baru Menuju Timur Nusantara itu adalah EASTERN LAND EXPEDITION 2026 yang menjadi episode baru yang monumental dalam sejarah panjang MPA Jonggring Salaka. (miysah/artngalam.id)