Universitas Negeri Malang Gelar Talkshow Nasional
ARTNGALAM.ID, MALANG– Menghadapi sengitnya persaingan industri pariwisata di era digital, sebuah langkah konkret dan strategis kembali diambil oleh kalangan akademisi untuk memperkuat fondasi ekonomi. Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tempat bagi pertemuan gagasan berskala nasional bertajuk Pariwisata Insight Talk 2026. Perhelatan yang akan digelar pada Senin, 20 April 2026 ini mengusung tema besar “Strategi Cerdas Membangun Ekonomi Pariwisata Berdaya Saing,” sebuah forum krusial yang dirancang untuk membedah tantangan sekaligus merumuskan solusi inovatif demi masa depan pariwisata yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Ini adalah ruang dialektika yang mempertemukan para praktisi lapangan, pemangku kebijakan (pemerintah), mahasiswa, dan masyarakat umum dalam satu frekuensi pemikiran. Panitia memastikan kehadiran Muhammad Arbayanto, S.H., M.H., anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Demokrat. Kehadirannya sangat krusial mengingat Komisi B adalah dapur kebijakan yang membidangi perekonomian dan pariwisata di tingkat provinsi.
Untuk memastikan strategi tersebut membumi hingga ke tingkat lokal, turut hadir pula Muhammad Anas Muttaqin, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB. Sinergi pandangan dari tingkat provinsi hingga kota ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh tentang bagaimana menjaga iklim pariwisata.
Bagi anak muda Malang yang ingin terjun ke industri ini, acara ini membawa pesan call-to-action yang sangat kuat: Let’s Level Up Your Tourism Insight! Pihak penyelenggara menyadari betul bahwa ujung tombak masa depan pariwisata ada di tangan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan peka terhadap perubahan zaman. “Kami harap kegiatan ini mampu meningkatkan wawasan dan kesadaran peserta terhadap pentingnya peran pariwisata dalam pembangunan ekonomi, serta mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berdaya saing,” tutur perwakilan panitia pelaksana.
Ini menegaskan bahwa target dari perhelatan ini adalah meretas pola pikir lama. Pariwisata tidak lagi sekadar soal tiket masuk dan tempat parkir, melainkan tentang membangun ekosistem ekonomi yang cerdas, melibatkan masyarakat lokal, dan melek teknologi informasi. (miysah/artngalam.id)