Pameran Diklat 33, UKM Sanggar Minat UM
ARTNGALAM.ID, MALANG-Selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat (10/04/2026) hingga Minggu (12/04/2026), ada Art Exhibition Lilir Lindur 2026 di Malang Creative Center (MCC) menjelma menjadi ruang yang hidup. UKM Sanggar Minat Universitas Negeri Malang (UM) sukses menggelar Pameran Diklat 33, sebuah ajang yang membuktikan bahwa seni bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan tentang perjalanan belajar yang panjang dan inklusif.
Sejak pintu dibuka pada pukul 09.00 WIB hingga lampu-lampu meredup pada pukul 20.30 WIB, antusiasme pengunjung tak kunjung surut. Gedung MCC yang megah terasa memiliki “nyawa” baru melalui guratan karya para mahasiswa.
Seni sebagai Wadah Edukasi Masyarakat
Bagi panitia penyelenggara, acara ini adalah sebuah undangan terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal seni lebih dekat.
“Dasar dari acara ini adalah sebagai wadah teman-teman untuk belajar, serta mengajak masyarakat untuk ikut belajar dengan kami dalam dunia seni,” ungkap salah satu panitia dengan nada optimis.
Harapan besar pun disematkan agar acara ini mampu menarik minat masyarakat luas dan menambah khazanah ilmu pengetahuan di bidang estetika. Keberhasilan tahun ini bahkan memicu tekad panitia untuk menjadikan event ini sebagai agenda rutin yang terus diselenggarakan di tahun-tahun mendatang.
Mural, Workshop, hingga Terapi Jiwa
Kekuatan Pameran Diklat 33 terletak pada keberagamannya. Tidak hanya memanjakan mata melalui pajangan karya, pengunjung juga dilibatkan secara aktif melalui berbagai sesi mendalam:
- Aksi Mural Bareng: Kehadiran para “suhu” mural seperti Mas Mochammad Rafi Oktavian, Mas Dzulfikar Ardianta, Mas Duta Arya Putra, dan Mas Daivanajmi Raditya Ardhana, memberikan energi tersendiri saat mereka beraksi langsung di hadapan publik.
- Bedah Karya & Talkshow: Ruang diskusi dibuka lebar bersama Mbak Putri Rahmatul Izzah untuk membedah makna di balik karya, serta sesi talkshow mural yang mendalam bersama Mas Dzulfikar Ardianta.
- Workshop Kreatif: Dari pembuatan Dreamcatcher bersama Mbak Birriyatul Isnaeni, hingga sesi yang paling menyentuh batin yaitu Workshop Art Therapy. Bersama Dr. Khairul Barriyah, M.Pd., seni digunakan sebagai media untuk mengungkap perasaan dan memulihkan kondisi psikologis melalui ekspresi rupa.
Puncak acara semakin meriah dengan alunan Live Music dari Opus 275, yang memberikan nuansa syahdu di sela-sela apresiator menikmati setiap jengkal kreativitas yang tersaji. (miysah/artngalam.id)