Share

Mengetuk Pintu Langit dari Kepanjen, Indahnya Berbagi di SMP NU Sunan Giri

Bersama dan Santunan Anak Yatim
Kegiatan inti Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim/Piatu SMP NU Sunan Giri Kepanjen Ramadan 1447 H, Santunan untuk anak yang berhak menerima, Sabtu (7/3/2026). spanusagi/artngalam.id

ARTNGALAM.ID, KEPANJEN-Suasana di SMP NU Sunan Giri Kepanjen (Spanusagi) pada Sabtu siang (7/3/2026) terasa berbeda. Bukan keriuhan pelajaran sekolah yang terdengar, melainkan lantunan doa dan gelak tawa malu-malu dari ratusan anak yatim serta puluhan fakir miskin binaan yang memadati area sekolah sejak pukul 13.00 WIB. Perbedaan itu yaitu Pada Bulan suci Ramahan 1447 Hijriah kali ini disambut dengan cara yang paling mulia yaitu dengan memuliakan sesama.

Kegiatan bertajuk “Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim/Piatu” ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Bagi Qurrotun A’yunin, ketua panitia kegiatan, misi besarnya adalah pendidikan karakter bagi para siswa.

“Kami ingin melatih anak didik agar punya empati dan peka terhadap sesama. Menyisihkan sedikit rezeki untuk mereka yang membutuhkan, terutama menjelang Lebaran, amatlah bermakna bagi mereka yang tidak punya,” ungkap Qurrotun A’yunin.

Hal ini adalah bentuk nyata dari penerapan iman dan taqwa. Sekolah bukan lagi sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan, tapi kawah candradimuka untuk memupuk ukhuwah islamiyah.

Selain itu Keberhasilan acara yang menyentuh hati ini tak lepas dari tangan dingin para penggeraknya yang bisa saling bersinergi. Laily Faizah, S.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan, tak kuasa menyembunyikan rasa syukur dan harunya. “Terima kasih kepada semua saudara, lembaga, guru, dan para donatur. Ini adalah kegiatan yang bermakna edukatif demi kemaslahatan umat, agar kita selalu ingat untuk berbagi kepada yang berhak menerima,” tutur Laily.

Senada dengan itu, Sugianto, S.Pd., atau yang akrab disapa Pak Gik, menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, acara ini adalah “keroyokan kebaikan” yang melibatkan banyak pihak. Daftar donatur yang terlibat menunjukkan betapa kuatnya jejaring sosial Spanusagi di Kepanjen, mulai dari institusi zakat seperti Yatim Mandiri dan Lazisnu MWC NU Kepanjen, hingga sektor swasta dan komunitas hobi. Seperti Sayap Mas, Citra Kendedes Cake & Bakery, Mbak Tutik Catering, Tape Manis, hingga komunitas motor Jupiter Owner Kanjuruhan (Joker), serta institusi pendidikan seperti SMK Cendika Bangsa dan SMK PGRI Kromengan, Toko Bu Nikamah, Soto Warga sampai Barberan Studio bersatu padu dalam satu barisan kemanusiaan.

“Terima kasih buat teman-teman kami, semoga di kegiatan selanjutnya bisa terlibat dan turut berbagi kepada saudara atau anak-anak kita semua tercinta,” harap Pak Gik.

“Di tengah situasi yang sedang tidak menentu seperti saat ini, perhelatan di SMP NU Sunan Giri Kepanjen dan saudara-saudara seolah menjadi pengingat sekaligus bukti nyata, bahwa sesulit apa pun kondisinya, kepedulian sosial dan nilai religius tetap menjadi fondasi yang tak tergoyahkan. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni buka puasa, melainkan keteguhan hati masyarakat Kepanjen Kabupaten Malanguntuk tetap saling merangkul di bawah naungan kemanusiaan.” tutupnya. (miysah/artngalam.id)